Label

Kamis, 08 November 2012

Bunga Dahlia



Dahlia adalah tanaman perdu berumbi yang sifatnya tahunan (perenial), berbunga di musim panas sampai musim gugur. Dahlia adalah bunga nasional negara Meksiko yang juga merupakan negara asal bunga ini.
Dahlia termasuk bunga yang terlambat dikembang-biakkan. Pada tahun 1872, negeri Belanda menerima sekotak umbi Dahlia yang dikirim dari Meksiko. Dari sekotak umbi bunga Dahlia ternyata hanya satu umbi yang berhasil berbunga namun menghasilkan bunga indah berwarna merah dengan daun bunga yang runcing. Ahli tanaman berhasil mengembang biakkan Dahlia yang kemudian dinamakan Dahlia juarezii. Dahlia juarezii merupakan nenek moyang semua bunga Dahlia hibrida (persilangan) yang terdapat sekarang ini.

Tanaman dahlia adalah makanan larva beberapa spesies Lepidoptera (jenis kupu-kupu).Bunga Dahlia dinamakan untuk menghormati ahli botani berkebangsaan Swedia dari abad ke-18 yang bernama Anders Dahl.Dahlia juga merupakan bunga resmi kota Seattle, negara bagian Washington, Amerika Serikat.
Umbi bunga Dahlia mengandung inulin yang merupakan polimer dari unit-unit fruktosa. Inulin ini merupakan salah satu komponen bahan pangan yang memiliki kandungan serat sangat tinggi.
Inulin memiliki sifat larut dalam air dan tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan. Inulin ini memiliki fungsi sebagai probiotik. Probiotik ini ialah komponen yang berfungsi sebagai substrat mikroflora yang menguntungkan di dalam usus.
Komponen pangan yang memiliki sifat prebiotik antara lain laktulosam, galaktooligosakarida, inulin, dan juga fruktooligosakarida. Inulin ini memiliki banyak manfaatnya. Dalam bidang farmasi, inulin biasanya digunakan untuk melakukan uji fungsi pada ginjal. Pada bidang pangan, inulin merupakan pengganti lemak dan gula pada produk-produk makanan yag rendah kalori.
Inulin dapat mencapai usus besar tanpa mengalami perubahan struktur karena memiliki sifat yang tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan. Namun demikian, ternyata inulin dapat mengalami fermentasi akibat aktivitas mikroflora yang ada di dalam usus besar dan berimplikasi positif pada kesehatan manusia.
Peningkatan kekebalan tubuh akan meningkat berkat inulin yang difermentasi di dalam usus besar menjadi asam-asam lemak sehingga semakin banyak kandungan inulin di dalam tubuh akan berdampak pada makin bertambahnya sistem kekebalan pada tubuh manusia.
Asam laktat yang dihasilkan dari proses fermentasi inulin juga berfungsi dalam mencegah terjadi konstipasi dan meningkatkan penyerapan (absorbs) kalsium untuk mencegah terjadinya proses osteoporosis. Makanya, karena perannya sebagai pencegah osteoporosis ini inulin kerap digunakan dalam produk-produk susu formula.
Penggunaan inulin ini sudah terjadi dalam industri pangan yang segmen usahanya memproduksi makanan-makanan ringan yang dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja. Hal tersebut dianggap sangat menguntungkan karena segmen pasar tersebut (anak-anak dan remaja) memiliki kecenderungan memiliki pola makan yang tinggi kalori dan rendah serat pangan.
Pola makan demikian apabila tidak segera ditanggulangi dapat menimbulkan resiko munculnya obesitas sehingga untuk mengurangi kadar kalori, konsumsi inulin dapat digunakan sebagai pengganti lemak karena memang inulin hanya mengandung kalori 1,5 kcal/ Gramnya. Inulin juga dapat digunakan untuk pengadaan produk-produk makanan seperti cake, cookies, bubur bayi, jeli, es krim, dan lainnya.
Pemanfaatan Bunga Dahlia
Kandungan inulin yang berasal dari bunga Dahlia ini bisa dikembangbiakkan dengan tiga cara yakni setek (vegetatif), benih (generatif), dan juga memperbanyak vegetatif dengan umbi. Dan untuk saat ini, yang paling banyak dikembangkan ialah metode dengan kultur jaringan.
Bunga Dahlia berdasarkan jenis bunganya, terdapat setidaknya 12 jenis dan sejauh ini telah banyak dikembangkan menjadi ratusan macam untuk tanaman pot dan bunga potong. Umbi bunga ini dapat dipanen ketika usia tumbuhannya minimal sudah menginjak tujuh bulanan.
Pertanyaannya? Apakah semua umbi bunga Dahlia ini mengandung inulin? Memang pada dasarnya, setiap umbi bunga ini mengandung inulin meskipun berbeda dalam kadar dan juga sifatnya. Kadar air umbi segar ialah 79-88 % dengan kandungan inulinnya sekitar 5,9-16,3%. Sedangkan biasanya inulin yang terekstrak hanya sekitar 4,3% saja.
Dengan demikian, bertambah lagi tanaman yang memiliki manfaat besar buat kesehatan. Bunga Dahlia yang mengandung inulin bisa menjadi alternatif pengobatan Anda yang sudah merasa bosan dengan konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan-bahan kimia. Konsumsi inulin dalam jangka panjang tak akan berdampak buruk, sebaliknya akan banyak memberikan dampak positif bagi tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar